Portal Artikel

Foto Profil

Alisa
Jurnalis Muda
Instagram

Pemprov Jambi Lewat Kacamata Jurnalis Muda: Catatan Liputan Bersama Jambi Ekspres

Oleh : alisa
Email: alisa.221003@gmail.com

Menjadi seorang jurnalis muda adalah pengalaman yang sarat dengan cerita, tantangan, sekaligus pembelajaran baru. Kesempatan itu saya dapatkan ketika mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi selama 45 hari. Bersama Jambi Ekspres, saya berkesempatan terjun langsung ke lapangan, menyaksikan denyut pemerintahan, berinteraksi dengan banyak tokoh, dan belajar langsung dari wartawan senior.

Langkah Awal di Rumah Dinas Gubernur Jambi

Hari pertama liputan menjadi momen yang sangat berkesan. Saya ditugaskan meliput Pertemuan Wakil Menteri Dikdasmen dan Direktur GPAUD dengan Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Bagi saya, itu adalah pintu masuk menuju dunia jurnalistik yang nyata gugup, penuh rasa penasaran, namun juga membangkitkan semangat.

Beberapa hari kemudian, saya kembali ke lokasi yang sama untuk meliput Seminar Nasional Forum Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Provinsi Jambi Tahun 2025, yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi. Dari seminar itu, saya belajar bagaimana dunia pendidikan dikaji dan dibahas bersama para akademisi, pemimpin, hingga pemerintah daerah.

Momen paling menegangkan adalah ketika meliput Rapat Koordinasi Karhutla di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, bersama Gubernur, Forkopimda, Kepala BNPB RI, BMKG RI, serta para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi. Kehadiran banyak media besar, termasuk tim liputan SCTV, membuat suasana semakin terasa serius. Di ruangan itu, saya belajar bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana kebijakan penting lahir di tengah tantangan besar seperti kebakaran hutan dan lahan.

Dari Asrama Haji hingga Kantor DPRD Jambi

Selain di rumah dinas, saya juga mendapat kesempatan meliput Pembukaan Kongres V Serikat Petani Indonesia (SPI) yang berlangsung di Asrama Haji, Kotabaru, Jambi. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi, Bapak Ferry Juliantono, yang memberikan banyak pandangan tentang kemandirian dan perjuangan petani.

Tak lama berselang, saya kembali mendapat pengalaman berharga ketika meliput Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi. Agenda rapat kali ini adalah penyampaian tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi mengenai Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jambi. Dari balik meja redaksi hingga kursi rapat parlemen, saya benar-benar belajar bagaimana dinamika demokrasi daerah berjalan.

Liputan di Hotel, Lapangan, hingga Dermaga

Rangkaian liputan berlanjut ke berbagai lokasi lain. Saya sempat meliput acara Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025 di Golden Harvest Hotel, serta Pelantikan Dewan Pengurus Daerah di Swiss-Belhotel Jambi. Setiap kegiatan memiliki suasana yang berbeda, namun memberikan satu pelajaran penting: jurnalis harus selalu siap di mana pun dan kapan pun.

Di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, saya juga menyaksikan Upacara Apel Kedispilinan ASN, sebuah rutinitas yang mencerminkan budaya disiplin di lingkungan birokrasi. Tak ketinggalan, pengalaman liputan juga membawa saya ke tempat yang lebih santai, seperti kafe di kawasan Telanaipura, serta acara Parade Kapal Hias di Dermaga Angso Duo Baru yang meriah dengan warna-warni kapal dan antusiasme masyarakat.

Menyentuh Sejarah dan Belajar dari Wartawan Senior

Selain agenda pemerintahan dan kegiatan formal, saya juga pernah ditugaskan ke Museum Siginjai Jambi. Dari tempat itu, saya sadar bahwa jurnalisme tidak hanya melaporkan peristiwa terkini, melainkan juga berperan dalam menjaga sejarah, budaya, dan identitas daerah.

Selama liputan, saya merasa sangat beruntung bisa belajar langsung tentang cara menulis berita, menggali informasi, hingga teknik dasar peliputan. Saya juga dapat kesempatan berinteraksi dengan banyak wartawan dari berbagai media, yang memberikan saya wawasan baru tentang dunia pers.

Pengalaman ini terasa lengkap karena saya dibimbing oleh pamong, Bapak Andri Brilliant Avolda, serta Ibu Yanti, Sekretaris Redaksi Jambi Ekspres.

Penutup: Pesan, Kesan, dan Harapan

Selama 45 hari KKN Mandiri UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, saya benar-benar merasakan bahwa dunia jurnalistik adalah dunia yang penuh warna. Dari Rumah Dinas Gubernur Jambi hingga Dermaga Angso Duo Baru, dari rapat paripurna hingga parade kapal hias, setiap liputan menyimpan pelajaran berharga. Dan masih banyak lagi liputan lain yang saya ikuti, meskipun tidak semua bisa saya ceritakan satu per satu.

Bagi saya pribadi, pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Saya belajar untuk berani bertanya, cermat mencatat, serta mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang jelas dan bermanfaat.

Pesan yang saya bawa dari perjalanan ini adalah bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pengabdian. Menjadi jurnalis berarti siap menjadi saksi, penyampai fakta, sekaligus penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

Kesan saya selama mengikuti program ini sangat mendalam: penuh rasa bangga, haru, dan syukur karena bisa belajar langsung di lapangan bersama wartawan-wartawan hebat. Semua pengalaman ini akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya, dan semoga menjadi pijakan untuk terus berkarya di masa depan.

Foto Dokumentasi

Dokumentasi 1 Dokumentasi 2 Dokumentasi 3 Dokumentasi 4